Skip to main content

Hafizhu Center | Pusat Pendidikan & Tahfizh Al-Qur’an 30 Juz

Rashad: Bocah Gaza 7 Tahun yang Menjadi Hafizh Al-Qur’an dalam 8 Bulan

kisah-rashad-bocah-gaza-palestina-yang-jadi-hafiz-quran-sejak-usia-7-tahun

Di Kota Gaza, seorang anak laki-laki bernama Rashad Nimr Abu Ras berhasil menuntaskan hafalan seluruh Al-Qur’an pada usia 7 tahun saja. Ia dijuluki sebagai hafizh termuda di Jalur Gaza. Bocah yang baru menyelesaikan kelas satu sekolah dasar itu mampu menyimpan seluruh firman Allah di dalam dadanya — lebih dari 77.000 kata, 114 surah, dan lebih dari 6.000 ayat.

1. Delapan Bulan yang Menakjubkan

Kecepatan hafalan Rashad sungguh luar biasa. Ia menuntaskan seluruh Al-Qur’an hanya dalam 8 bulan. Gurunya mengungkapkan bahwa bagian tersulit dalam proses hafalan adalah Surah Al-Kahf, yang membutuhkan perjuangan ekstra bagi Rashad.

Namun, ayahnya menceritakan bahwa pada suatu periode, Rashad bahkan mampu menyelesaikan dua juz hanya dalam 10 hari. Setelah itu, kecepatannya terus meningkat hingga akhirnya mencapai target yang tampak mustahil bagi anak seusianya.

2. Dukungan Keluarga: Dari Bola hingga Sepeda

Keberhasilan Rashad bukan kebetulan. Ayahnya, Nimr, menerapkan sistem hadiah sejak awal untuk memotivasi putranya. Setiap kali Rashad menyelesaikan beberapa halaman hafalan, ia mendapat hadiah — awalnya bola sepak dan mainan, kemudian sebuah sepeda baru.

Ayahnya mengaku:

“Awalnya saya pikir ini akan sulit, tetapi ketika ia mulai menghafal dan cepat memahami ayat-ayatnya, saya berubah pikiran.”

Yang lebih menyentuh lagi, sang ayah telah lama mendoakan anaknya sejak kecil. Ia mengenang:

“Setiap kali saya melihat wajahnya, saya berdoa: ‘Ya Allah, jadikanlah dia pemberi petunjuk dan orang yang mendapat petunjuk.’ Saat bangun tidur, saya letakkan tangan di kepalanya, saya doakan, lalu saya cium keningnya.”

Ketika Rashad menyelesaikan hafalannya, sang ayah menyadari: “Allah telah mengabulkan doa saya.”

Ibu dan guru Rashad juga mencurahkan waktu yang sangat besar — berjam-jam setiap hari untuk menemani, mengulang, dan menyemangatinya.

3. Lulus Ujian Dewan Ulama

Pencapaian Rashad bukan sekadar klaim keluarga. Di Kota Gaza, ia diuji oleh dewan ulama yang memverifikasi hafalannya secara rinci. Setelah dinyatakan lulus, Rashad menerima sertifikat hafizh dan sebuah hadiah istimewa — mushaf Al-Qur’an miliknya sendiri.

Dalam acara syukuran, kakak perempuannya mengangkat sebuah papan bertuliskan: “Rashad adalah hafizh yang paling indah.”

4. Menjadi Perhatian Dunia

Kisah Rashad menyebar luas di media sosial. Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Internasional, Syekh Ali Muhyiddin Al-Qaradaghi, bahkan menuliskan pujian khusus di Twitter:

“Generasi kemenangan masa depan. Pewaris Salahuddin, Rashad Abu Ras. Bocah 7 tahun ini menghafal seluruh Al-Qur’an.”

5. Pesan Ayahnya untuk Para Orang Tua

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, ayah Rashad menyampaikan pesan yang sangat berharga bagi semua orang tua:

“Jangan sampai ada yang mengira Al-Qur’an menjadi penghalang untuk menuntut ilmu. Justru sebaliknya, Al-Qur’an adalah petunjuk dan jalan yang lurus. Allah berfirman: ‘Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.’ Bertakwalah kepada Allah, dan sayangilah anak-anak kalian. Jika kalian mendidik mereka dengan Al-Qur’an, maka kalian dan mereka akan beruntung di dunia dan akhirat.”

Ia juga mengutip perkataan seorang ulama salaf:

“Didiklah anakmu dengan Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan mengajarkan segala sesuatu kepadanya.”

6. Tiga Pilar Keberhasilan

Guru Rashad menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an bergantung pada tiga hal:

  1. Guru — pembimbing yang sabar dan kompeten

  2. Keluarga — dukungan, doa, dan disiplin di rumah

  3. Sekolah/Lembaga — lingkungan yang kondusif

Ketiganya harus hadir. Dan Rashad memiliki semuanya.